Monday, June 13, 2011

Welcome Home, Zaila-Zaira :)

Naah..setelah 5 hari stay di rumah sakit, akhirnya bisa pulang ke rumah tercinta.  Persiapannya biasa saja, tapi yang membuat istimewa adalah keberadaan Mama Aji (dari Sorowako) dan Nenek Aji (dari Bau-bau) yang siap menggendong bayi kembar kami hingga tiba di rumah.

persiapan pulang, foto bareng Bapak Haji

bareng Nenek Haji dan Mama Haji, nungguin Papyto yang lagi ambil mobil di parkiran 

welcome to our paradise i7/17, dear duoGemini
Karena memiliki anak kembar, proses pemilihan namanya juga agak unik.  Untuk pemberian nama, berikut beberapa kriteria yang umum menjadi pertimbangan para orang tua yang memiliki anak kembar:
  1. nama yang kedengarannya mirip (Kayla-Nayla)
  2. nama yang dimulai dari huruf yang sama (Azka-Abizar)
  3. nama yang artinya sama (Maha-Akbar)
  4. atau nama sama sekali berbeda satu dengan yang lain (Kiandra-Azalea)
Kami memilih gabungan option pertama dan kedua, yang memiliki rhime dalam pengucapan biar kesannya kompak dan enak di dengar. 

bayi 01 (si kakak) diberi nama 'Zaila' (Afrika) = wanita cantik

bayi 02 (si adik) diberi nama 'Zaira' (Arab) = bunga mekar

masing -masing dengan nama tengah 'Farzana' = terpelajar, bijaksana

kemudian menyusul nama ayah 'Rahman' = penyayang

dan finishing touch adalah 'Goraoe' = nama klan keluarga

final name: 
  • Zaila Farzana Rahman Goraoe
  • Zaira Farzana Rahman Goraoe
Pemilihan nama ZaiLa-ZaiRa pun ada maksudnya buat Mamyto pribadi.  Si kakak diberi nama ZaiLa karena saat dalam kandugan posisinya berada di sebelah kiri (Left) perut Mamyto, sedangkan si adik ZaiRa berada di sebelah kanan (Right).  Bila disusun secara alphabetical, huruf 'L' yang lebih dulu kemudian 'R'.  Semoga doa yang kami titip melalui nama mereka dirahmati oleh Allah SWT, amien.

Berikut ada beberapa stok nama (hasil hunting Mamyto dulu) yang mungkin bisa berguna:
  • zalika/zaleeka (afrika) = well born
  • zahira/zaheera (arab) = bright

  • zaylee (australia) = princess
  • zaydee (arab) = wealthy

  • zaida/zayda (arab) = lucky/fortune

  • umaynah (arab) = narrator of hadith (hadis)
  • umayrah (arab) = daughter of al-qamah
 
  • tanisha (arab) = happiness 
  • kalisha (arab) = pure, clear
 
  • shaila (arab) = small mountain
  • shaima (arab) = good natured
 
  • suraiya (arab) = polite
 
  • madaniyah (arab) = civilized

Saturday, June 11, 2011

Hola Twin Girls ^^


Tanggal 7 Juni disepakati sebagai hari pelaksanaan operasi.  Kami memilih R.S. Grestelina Makassar (Jl. Letjen Hertasning Raya no. 51, telp. 0411-448 852) selain karena jaraknya lumayan dekat dengan rumah juga karena Dokter Maggie berpraktek di sana.  Kamar kelas I A (private room, biayanya Rp 2.500.000 untuk 5 hari) lumayanlah mengingat keluarga besar kami (dari Sorowako dan Baubau) akan menginap ramai-ramai ketika hari 'H' tiba. Estimasi biaya keseluruhan (sudah termasuk biaya dokter, operasi,  obat-obatan, kamar rawat inap) sekitar Rp 15.700.000,-

Perlengkapan paling utama yang dibawa antara lain: 
  • Baju ganti untuk ibu dan bayi
  • Susu formula dan dot (4 buah, masing-masing anak punya 2 dot)
  • Popok new born size dan tissue basah
  • Cemilan untuk ibu dan para penjaga alias tim hore :)
Saya masuk tanggal 6 Juni 2011 sore, jam 08.00 malam sudah harus puasa.  Selasa pagi suster datang menjemput. Rencana operasi 07.00.  Berbekal pengalaman bius total saat operasi sinusitis lalu, saya santai saja menghadapi operasi sesar pertama saya (sejauh ini yang saya tahu hanya dibius lokal saja, tidak sempat tanya-tanya pengalaman ke para ibu yang sudah disesar).  Bius lokal dalam perkiraan saya hanya disuntik di bagian perut saja, mirip-mirip bius lokal kalau sedang periksa gigi (tidak segampang itu juga kalee).  Tapi begitu dokter anestesi meminta saya untuk baring miring dan mengambil posisi bungkuk udang, saya mulai keringat dingin.  

Bius lokal untuk operasi sesar (istilah kerennya anestesi spinal) dengan cara menyuntikkan obat bius diantara ruas tulang belakang sehingga efeknya pada setengah badan (bagian perut sampai kaki) mati rasa! Begitu terasa 'lumpuh setegah badan', tirai dipasang  dibagian dada untuk menutupi pandangan ke kelompok dokter yang tengah bertugas, pemasangan tirai tersebut tentu saja agar kita tidak melihat adengan sayat-menyayat di bagian perut kita.  Yang saya rasakan saat itu hanyalah guncangan-guncangan di tubuh bagian bawah, selebihnya saya tertidur pulas.  


menunggu giliran operasi



Saya terbangun mendengar suara Dokter Maggie, "Bayi 01 beratnya 3.0 kg.  Cantik sekali!" Selang dua menit kemudian beliau berkata, "Bayi 02 beratnya 2,7 kg.  Sama cantiknya!"
Syukur Alhamdulillah ya Allah...
Perjumpaan saya dengan bayi kembarku hanya sebatas itu, selanjutnya keduanya dibawa ke ruang perawatan bayi, ditemani suami dan kerabat saya.  Saya sendiri masih harus menjalani pemulihan di ICU selama 2 hari. 


bayi #02 (selimut hijau) & bayi  #01 (selimut biru)


bertemu dengan my twin girls setelah 2 hari pemulihan di ICU
Sharing Facts 
  •  Tidak ada IMD (Inisiasi Menyusui Dini), setelah lahir bayi dibawa ke ruang perawatan bayi sementara saya tinggal di ruang ICU untuk pemulihan selama dua hari. Selama saya di ICU,  bayi diberikan susu formula (persediaan susu dari pihak kita sendiri).  Info untuk IMD pasca operasi sesar bisa dilihat di sini (intinya, cari rumah sakit yang medukung IMD). 
  • Selama pemulihan, saya belum diperbolehkan makan sampai benar-benar bisa buang gas.  Minum pun hanya secukupnya saja.  Keteter masih terpasang, memakai pispot bila pup (dilakukan sambil baringan di tempat tidur).  Sebelum 24 jam, saya dilarang mengangkat kepala apalagi mencoba bangun demi menghindari resiko kelumpuhan. 
  • Setelah keluar dari ruang ICU, butuh 1 jam untuk bangun dan berjalan ke WC (hanya berjarak 1 meter dari tempat tidur saya) saking sakitnya dibagian sayatan.  Ini pengalaman sesar pertama rasanya jauh lebih menyakitkan dibanding melahirkan normal.  Betul kata perawat, semakin sering kita bergerak maka sakit yang dirasakan akan semakin berkurang.  Semakin kita memanjakan diri, semakin lama sakitnya akan terasa. 
  • Pasca melahirkan anak kembar, kondisi perut mirip balon kempes (kulit perut sangat bergelambir, *bikin ill feel melihatnya ).  Dokter Maggie mewanti-wanti agar saya selalu menggunakan korset setiap saat.  
  • Diberikan salep  Kelo-Cote untuk dioleskan di bekas jahitan, agar bekas jahitan tidak timbul (memang benar hasilnya mirip bekas sayatan silet saja).  Selain itu diberikan Mustela Cream no.01 untuk menyamarkan stretch mark (tapi hasilnya tidak begitu memuaskan).  

Tuesday, May 31, 2011

Dalam Perut Mamyto

29 Oktober 2010
Ada gejala terlambat haid, sering merasa tidak enak badan, dan pengennya makan daging-dagingan.  Iseng-iseng pakai test pack, sekali tes langsung ketahuan positif hamil!

03 November 2010,
Coba memastikan kehamilan  di dr. Maggie Wewengkang, SpOG (jl. Sungai Cerekang no.46, Makassar, telp 0411-3611033).  Di layar monitor USG nampak ada dua janin masing-masing berukuran 1,06 cm dan 1.00 cm, dengan dua buah titik yang berkedip-kedip sebagai indikator jantung mereka.  Wah...kembar!! Dokter Maggie dan kedua asistennya turut mengucapkan selamat. Selanjutnya saya diberi suplemen yakni Prenatin DF (1x1) dan Premaston (2x1).  Sepanjang perjalanan pulang saya dan suami terus diliputi perasaan takjub dan tidak percaya, sekaligus bersyukur atas rejeki yang Allah limpahkan :)

30 November 2010,
Kontrol rutin.  Beratku sekarang 55 kg (naik lima kilo dari berat awal).  
Hasil USG: 
  • ukuran kepala bayi I : 1,56cm
  • ukuran kepala bayi II: 1, 78cm
Prenatin DF (1x1) masih tetap diberikan , ditambah Lactafar (1x1) sebagai vitamin otak untuk bayi.

30 Desember 2010
Berat badan 56 kg; tekanan darah 120/80.  Prenatin DF (1x1) dan Lactafar (1x1)

02 Februari 2011
Berat badan 58,5 kg; tekanan darah 100/70.  USG kali ini sudah bisa mengetahui jenis kelamin mereka.  Ternyata keduanya berjenis kelamin perempuan :) Suplemen Prenatin DF (1x1)  dan Lactafar (1x1)

3 bulan dalam perut


26 Februari 2011
Berat badan 60 kg; tekanan darah 100/70.  Prenatin DF (1x1) dan Lactafar (1x1)

4 bulan dalam perut
04 April 2011
Beran badan 64 kg; tekanan darah 120/80.  Kali ini diberikan vaksin anti tetanus I (biayanya Rp 50.000).  Masih mengkonsumsi Prenatin DF (1x1) dan Lactafar (1x1).

20 April 2011
Berat badan 63,5kg; tekanan darah 110/70.  Kali ini datang kontrol karena saya sangat khawatir dengan kondisi bayi di perut sebelah kanan yang sepertinya jarang sekali bergerak, hampir tidak pernah malah!  Berbeda dengan bayi di sebelah kiri yang aktif sekali.  Mayoritas pergerakan dalam perut yang saya rasakan, semuanya berasal dari bayi sebelah kiri.  Ketika baringan miring ke kiri, tendangan bayi sebelah kiri memang terasa jelas.  Saya coba miring ke kanan untuk merasakan gerakan bayi sebelah kanan, tendangan bayi sebelah kiri masih saja terasa.   
Dalam hal ini dr. Maggie hanya bisa memantau melalui alat USG biasa saja, untuk itu beliau menyarankan observasi lebih mendetil ke dr. Effendi Lukas (jl. Landak Baru 63, tel 0411 874596).  Hasil USG 4D* menunjukkan semua bayi dalam keadaan normal dan sehat walafiat! Di dalam rahim, keduanya dipisahkan oleh sekat jadi kemungkinan untuk tumbuh dempet (kembar siam) sangat kecil.  Masing-masing mendapatkan suplai makanan dari satu plasenta.
  • berat badan bayi sebelah kiri 2 kg, posisi kaki menghadap keatas
  • berat badan bayi sebelah kanan 1,8 kg, posisi badan melintang
Menurut penjelasan dr. Effendi, bisa jadi karena ukuran bayi sebelah kiri lebih besar dibanding saudaranya, ditambah dengan posisi kaki yang menghadap ke atas, tidaklah heran bila bayi sebelah kiri terkesan mendominasi pergerakan 'tendang-menendang' di dalam perut.  Disamping itu, bawaan bayi sebelah kanan juga yang sepertinya lebih senang 'berdiam diri' dibanding saudaranya.  
*biaya USG 4D Rp 500.000

5 bulan dalam perut
11 Mei 2011
Berat badan 64kg, tekanan darah 100/70. Hasil USG masih sama dengan bulan lalu, bayi kiri dengan posisi kaki menghadap ke atas, bayi kanan melintang.  Berat keduanya 2,5 kg (kiri) dan 2,4 kg (kanan). Prenatin DF (1x1) dan Lactafar (1x1) masih di konsumsi.

21 Mei 2011
Berat badan 65 kg, tekanan darah 120/80.  Hasil USG menunjukkan keduanya berada pada posisi 'Ying-Yang', bayi kiri kepala diatas dan bayi kanan kepala di bawah, berat masing-masing 2,7 kg dan 2,5 kg.  Prenatin (1x1) dan Lactafar (1x1).
Kali ini diberikan vaksin Anti Tetanus II.  Cek up rutin mingguan mulai minggu berikut dan seterusnya

28 Mei 2011
Tes Laboratorium di klinik yang sama, biaya Rp 460.000,-

6 bulan dalam perut.   
30 Mei 2011
Berat badan 67 kg, tekanan darah 110/80.  Hasil USG menunjukkan berat badan bayi masing-masing 3,0 kg dan 3,3 kg. Dengan kondisi satu bayi terlilit tali pusar di lehernya, sementara yang satunya sungsang, maka Dokter menyarankan agar persalinan nanti melalui jalan operasi.  Saya dan suami sudah disarankan untuk menentukan hari yang terbaik untuk pelaksanaan operasi nanti. 

8 bulan dalam perut
9 bulan dalam perut
Sharing Facts 
Sejak usia kehamilan 6 bulan, banyak yang mengira saya sedang menunggu hari untuk lahiran melihat ukuran perut saya yang sangat besar.  Kalau jalan-jalan di mall, sebagian besar yang melihat (bahkan diantaranya ada beberapa pemuda single) tebakannya betul bahwa saya sedang mengandung anak kembar.  Dengan berat bawaan di perut sekitar 7 kg (berat bayi 3 kg & 3,3 kg plus berat ari2 dan air ketuban), sudah tidak kuat lagi jalan kaki jauh-jauh, nafas cepat ngos-ngosan, sedikit-sedikit harus berhenti untuk duduk istirahat. Jika tidak, perut dan betis rasanya akan meledak! Kerap kali saya harus menahan perut bagian bawah  dengan kedua tangan (gambarannya kira-kira seperti memeluk bola besar) agar beban yang dirasakan sedikit berkurang  dan biar kuat jalan lagi :)